Translate

Minggu, 08 Februari 2015

DPD IMM KALIMANTAN BARAT MINTA MENTERI SUSI BLUSUKAN KE DANAU SENTARUM

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

SUARA IKATAN, PONTIANAK 9 Februari 2015. Danau Sentarum berjarak 700 km dari Kota Pontianak yang masuk dalam wilayah dataran Daerah Aliran Sungai Kapuas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan danau dan rawa yang dangkal serta teras-teras rendah yang sangat luas. Kawasan Danau Sentarum telah ditetapkan sebagai kawasan Suaka Alam. Danau itu adalah celengan air raksasa. Di musim hujan, Sentarum menabung 25 persen air Sungai Kapuas. Saat kemarau, Sentarum memasok separuh air yang mengaliri Kapuas. Luas seluruh kawasan Danau Sentarum 132.000 ha ditambah dengan 64.000 ha yang diusulkan sebagai daerah penyangga. Sekitar 20 ha merupakan danau musiman yang menjadi penutup daerah seluas 30.500 ha, sisanya merupakan hutan rawa gambut; Ungkap Herna Ketua DPD IMM Kalbar dalam rangka Diskusi dan Kajian Rutin yang diadakan oleh Kabid Hikmah DPD IMM Kalbar Sabtu 7 Februari 2014 kemarin.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalimantan Barat (DPD IMM Kalbar) Immawan Herna mengatakan bahwa Hingga saat ini jumlah jenis ikan yang berhasil didata yaitu sebanyak 266 jenis. Ular dan reptil lain, kura-kura maupun labi labi jumlah jenisnya belum banyak terdata, sampai saat ini jumlah jenis yang ditemukan baru mencapai 31 jenis. Sedangkan untuk jenis ikan konsumsi yang dihasilkan bisa mencapai mendekati 1000 ton pertahunnya. Sangat disayang apa bila pemerintah terutama pemerintah pusat tidak memberikan perhatian lebih terkait dengan kondisi danau sentarum saat ini. Apa lagi ditambah dengan kondisi sekarang ini produksi ikan air tawarnya terjadi penurunan.
Sementara apabila di kaji dari sosial Budaya dan Ekonomi Di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum terdapat lebih dari 45 dusun permanen dan 10 dusun musiman yang letaknya tersebar di dalam kawasan. Dari penggalian sejarah, dusun-dusun yang berada dalam kawasan ada sejak sebelum abad 18 atau sekitar lebih dari dua abad yang lalu. Yang berarti sangat jauh jarak waktunya dengan penetapan kawasan ini sebagai kawasan konservasi. Menurut batas-batas kawasan yang ada saat ini mencakup bagian tidak kurang dari 5 kerajaan yang terbentuk saat ini, yaitu Kerajaan Induknya yaitu Selimbau, dan Suhaid, Jongkong, Bunut dan Piasak dengan adat-istiadat yang berbeda-beda. Saat ini batas-batas tersebut telah menjadi kecamatan sehingga batas asli kerajaan  sudah  tidak  jelas  lagi,  yang ada  saat  ini  adalah  batas-batas  wilayah  kerja nelayan. Masyarakat Melayu tinggal di rumah lanting (rumah terapung), rumah jangkung (tiang tongkat rumah tinggi), dan rumah perahu (motor bandung/kelotok). Mata pencaharian mayoritas masyarakat melayu adalah nelayan dengan berbagai kegiatan antara lain menjala, memukat, memasang sentaban (jebakan ikan), memelihara ikan dalam karamba serta mengumpulkan ikan-ikan hias. Ikan yang dihasilkan berupa ikan segar, ikan salai/asap, ikan asin dan ikan hias. Jenis ikan untuk konsumsi seperti Toman, Jelawat, Patin, Lais dan Belida, sedangkan ikan hias misalnya Ulanguli dan Siluk Merah Super. Hasil panen ikan dari kawasan Danau Sentarum diperkirakan antara 5 – 6 milyar per tahun,”Tambah Herna.

Apalagi saat ini Pemerintah Pusat punya banyak program blusukan, sayang kalau blusukannya hanya dilakukan di pesisir, karena kami melihat dari berbagai data dan sumber yang kami dapatkan ternyata wilayah pedalaman seperti danau sentarum ini sangat besar potensi perikanan yang apabila diperhatikan dikelola dengan oleh pemerintah, maka hasilnya dapat meningkatkan nilai Ekonomi serta sosial budaya bagi masyarakat. Karena saat ini dirasakan oleh masyarakat di Danau Sentarum sentuhan Pemerintah Pusat terkait Danau Sentarum ini belum ada terkait pemberdayaan, pelatihan dan lain-lainnya mengingat Danau Sentarum ini berstatus Taman Nasional. Kami meminta kepada Menteri Susi selaku Menteri Kelautan dan Perikanan RI untuk bisa blusukan ke Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS),”Ungkap Herna.(Poetrake/15).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar